close
Showing posts with label teknologi. Show all posts
Showing posts with label teknologi. Show all posts

Cara Reset TV SHARP LCD / LED Indikator Lampu Berkedip - kedip

Cara Reset TV SHARP LCD / LED Indikator Lampu Berkedip - kedip
Goofstupid.com ~ Jika agan belum mengalami problem seperti ini agan belum dibilang jadi teknisi TV hehhehe... sok vonis yo... ane dapat kasus ini pada TV SHARP LC-32M400M yang power suply nya jebol dan tv gak bisa ON lagi, apalagi sekarang musim bola, stress klo gak ada TV gan, mau liat tv streaming paket gak cukup, terpaksa dech ane usahain gimana biar TV jadul ini hudup.

Setelah Searching di google ternyata ada nih yang jual komplit modul power supply nya, dapat di portal jual beli tokopedia sama buka lapak, eh ternyata penjualnya sama, pertama ane ragu buat beli, takut tertipu gan, soalnya sekarang banyak penipu di dunia maya, dengan sedikit keberanian ane coba tanya penjual di portal tersebut, ternyata penjualnya sangat ramah hehheh... bisa curhat masalah TV ane, setelah mikir panjang nah ane pesen tuh power supplynya komplit satu modul, kira2 harganya RP.400.000 dengan ongkir.

Sip.. barang dah sampai, yang enaknya saya bisa liat tracking barang nya sampe dimana, respon cepat saya pake paket YES JNE, gak sabaran liat pemain idola soalnya hehhehhe.. setelah barang saya terima langsung saya respon penjual bahwa barang diterima, namun penjual saranin buat dites dulu biar barang bener-bener berfungsi, jika tidak berfungsi dapat diklaim juga hehhehe.. mantap deh klo belinya begini, ada garansinya,

Karna nafsu buat nonton menggelora terpaksa deh hari itu juga saya luangkan waktu buat benerin nih TV yang sudah lama gak ON AIR lagi hehhehe (mirip radio RRI aja gan hahha...). yapp.. setelah dibongkar dan cabut power supply lama dan menggantinya dengan yang baru TV ane hidupin... siippp... TV ON.. hati seneng liat tv ada nyawanya lagi..

Setelah beberapa detik TV hidup, tiba-tiba TV nya mati lagi,, layar gelap dan lampu merah indikatornya kedap-kedip.. mirip lampu sein... hahhaha... weleh.. ada apa ini.... apa power supply nya bermasalah ya?...

apa saya kena tipu dikasi power supply yang abal-abal??? dengan esmosi yang tertunda saya coba hubungi sang penjual, saya coba ceritakan kronologis kejadian perkara di TKP.. 86 .. komandan.. hahhaha..... setelah menunggu agak lama ternyata penjual merespon pesan saya dan memberikan petunjuk cara mengatasi problem tersebut.. bener-bener ramah ni penjualnye.. hehhe..

saya dikasi petunjuk buat mengatasi RED BLINK pada TV LCD SHARP.. katanya sich rata-rata TV LCD SHARP yang model jadul cara resetnya begini. dan saya dikasi document intruksi perbaikan nya, ni saya bagi-bagi buat agan biar barokah ilmunya hehhe.. saya kasi tahapannya ya..

Ini buat tv sharp yang ada tombol volumenya:
  1. Siapkan cemilan agar agan bisa tenang menghadapi masalah ini.. hehhehe.. so pasti
  2. Siapkan segelas kopi dan air mineral jika agan nanti kehausan hahhahha.......
  3. Cabut dulu tuh semua kabel yang menempel di colokan agan, (ingat.. jangan satu pun ada yang menempel ya.. walaupu kecoak sekalipun.. hehhehee..)
  4. Sisihkan colokan kabel TV agan di dekat colokan ( agar gak tertukar dengan colokan solder hahha)
  5. Dekat kan remot TV dengan posisi agan (pastikan remotnya terisi batrai ya gan, dan berfungsi)
  6. Pegang remot TV agan (jangan pegang yang lain ya,, apa lagi pegang tangan istri hahahha...) dan lepaskan kembali hehhehe... (untuk memastikan remotnya ada atau tidak)
  7. Tekan dan tahan tombol Volume (-)  dan tombol Input/PC/AV di TV agan secara bersamaan (jangan agan lepas ya.. awas klo dilepas)
  8. Ambil kabel TV dan colokan ke colokan listrik, tunggu sampai hidup ( TV agan akan hidup dan muncul HURUF (K) di pojok kiri atas)
  9. Lepaskan tombol yang saya suruh tahan tadi
  10. Tekan tombol Volume (-) dan tombol Chanel (-) secara bersamaan (sperti menekan tombol sebelumnya)
  11. Akan muncul Menu Service di Layar TV agan
  12. Lepaskan tombol yang saya suruh tahan tadi
  13. Ambil Remot TV agan
  14. Cari Halaman 9 dengan menekan tombol (panah bawah) Pada remot TV agan
  15. Setelah Halaman 9 Tampil, Ubah EEP CLEAR dari posisi OFF menjadi ON kemudian Tekan Enter. 
  16. TV akan Hank.. hehehhe... (cabut Colokan TV agan Agar TV nya mati).
  17. Ulangi Tahap Point 3 sampai Point 13 (agar ane gak susah2 ngetik lagi gan, harap maklum)
  18. Cari Halaman 2 dengan menekan tombol (panah bawah) Pada remot TV agan
  19. Setelah Halaman 2 Tampil, Ubah FACTORY INIT  menjadi ASIA dengan tombol ► Pada Remot TV agan, kemudian Tekan Enter.
  20. TV agan akan Hank lagi... hehheh (cabut Colokan TV agan Agar TV nya mati).
  21. Biarkan Beberapa saat sambil menghabiskan cemilan dan kopi yang agan sediakan tadi hehehhe...
  22. Berdoa sesuai kepercayaan masing2 agar diberikan nyawa baru pada TV agan wkwkkwkw...
  23. Colokin kembali TV agan dan.... TARA... TV agan Hidup Normal lagi.. hehe
Ini buat tv sharp yang tidak ada tombol volumenya alias joystick:

untuk agan yang memiliki tv dengan tombol joystick jangan berkecil hati, caranya hampir sama dengan metode diatas, namun agan harus extra lagi dalam hal pencetan tombolnya,
dengan cara:
  • tekan tombol down ▼ di tv (joystick nya kebawah) + tombol input di Remot
  • selanjutnya ikutin cara diatas ke step 8

cara diatas dapat diterapkan pada TV SHARP dengan TIPE berikut ini:

LCD/LED/LC/
19/20/22/24/29/32/37/39/40/42/
LE/M/L/A/AF/BX/PX/DC/DX/AX/D/
10/20/30/100/150/155/240/243/248/288/340/343/348/400/450/500/
M/L/I/X

Agan cocokin aja dech merek TV nya contoh: LC-19LE10M
Error Ini bayak juga di bilang teknisi dengan istilah, Lamp Error, Factory Reset Sharp, atau Red Blinking pada TV SHARP

oh ya.. klo mau beli power supplynya agan bisa langsung tanya ke penjualnya ya, ni saya kasi link nya di tokopedia dan bukalapak
Diklik aja pasti sampai ke tokonya hehhe..
Trimakasih Telah membaca, mohon jangan sungkan untuk berkomentar tapi dengan bahasa yang baik ya gan, klo gak baik saya delete lho.. trims.. 

Klo agan sulit Bacanya agan Bisa NOnton videonya ni:




Update:

Untuk Reset TV SHARP yang memakai tombol Joystik 


  1. Tekan Joystik nya kebawah (volume down) tahan..
  2. Ambil Remote dan tekan tombol input di remote tv
  3. selanjutnya pilih menu seperti diatas


Jika cara diatas tidak berpengaruh, alias tv agan masih kelilipan jangan berkecil hati ya gan, kemungkinan besar kerusakan pada area backligh nya, coba telusuri area backligh dengan teliti, mulai dari led/neon di layar, inverter, powersupply dan mainboardnya.
jika agan bukan ahli dalam bidang elektronika, agan bisa tanyakan langsung ke penjual yang diatas ane kasi link nya, smoga ada pencerahan untuk kerusakan tv agan,
terimakasih telah membaca,
Jangan sungkan untuk komentar,
salam solder....

Opera Mini Not respon Saat tekan "Accept" di blackberry Dakota 9900

Opera Mini Not respon Saat tekan "Accept" di blackberry Dakota 9900
Goofstupid.com ~ Pernahkah Anda mengalami saat anda menginstal opera mini terbaru versi 8.0.1 di blacberry dakota 9900 dan menjalankan aplikasi tersebut tidak dapat terbuka karena tombol "Accept" atau "Exit" tidak dapat di tekan sama sekali.
Opera mini can't select cursor to "accept" and "exit" button solution
Sepertinya kita mengalami nasib yang sama, jadi kita jodoh dong wk..wk..wk.w.... namun tidak semua tipe blackberry 9900 mengalami kondisi tersebut. 

Apa penyebabnya sehingga tombol "Accept" dan "exit" tidak dapat kita tekan?
hal ini terjadi karna disebabkan oleh touchscreen pada layar hanphone kita yang bermasalah, namun pada blackberry 9900 kita dapat menggunakan tombol sejatinya blackberry yaitu Query tanpa harus menekan layar di hp kita.

Trussss... Solusinya Bagaimana gan?
yah solusi nya touchscreen nya harus di ganti. wkwkkwkw... gampang kan???? Tapi... saya ada solusi lain ni.. tanpa harus mengganti touchscreen blackberry anda yang harganya menggit dompet.. mau tau?? simak terus ya...
Ada peralatan yang harus kita persiapkan, diantaranya:
  1. Komputer or Laptop yang sudah terinstal aplikasi Blackberry desktop manager
  2. Download opera mini.jad disini 
  3. Kabel data untuk menghubungkan bb anda ke komputer
  4. Siapkan cemilan, kopi dan rokok sebatang ha..haa..haa..
Sudah siap bahan-bahannya kan? nah.. sekarang kita lanjut ke tahap penginstalan file jad nya.
berdoa dulu ya sebelum bekerja. yukk lanjut...

Pertama kali anda harus tendang aplikasi opera mini nya keluar.. caranya : Options -> Device -> Aplication Management -> Opera Mini -> Delete.  Lalu restar blackberry anda ALT+aA+enter

Selanjutnya kita hubungkan kabel data ke komputer dan ke blackberry anda.. tunggu sampai muncul tulisan "Sync All" di bawah blackberry desktop manager. seperti gambar di bawah:


Klik menu "Aplications" di sebelah kiri Blackberry Desktop Manager.


Next Lanjut klik "Import File" dan pilih File yang sebelumnya anda download tadi, namun harus di extrak dulu dan pilih file"operette-hifi-id-jsr75.alx". Jika terjadi error saat proses tersebut, mungkin aplikasi opera mini anda yang lama belum terhapus sempurna di perangkat. cobalah hapus di list aplikasi blackberry desktop software seperti gambar dibawah ini:

Klik "Remove" atau tanda (x) silang/cross dan klik "Apply" dan tunggu proses penghapusan alplikasi dan handphone anda akan restart sendiri
Setelah Hanphone hidup kembali, silahkan import lagi file "alx" yang telah anda download. dan klik "Apply" untuk memasang aplikasi tersebut.
Tunggu prosess hingga selesai dan handphone akan restar kembali. Aplikasi Opera mini anda sudah dapat di gunakan kembali. 
Aplikasinya tidak ketemu??? coba liat di folder Aplikasi.. pasti dah ade.. hahhaa... 






Platform Or Publisher? Whatever You Call It, It’s The Future Of Media

Platform Or Publisher? Whatever You Call It, It’s The Future Of Media
There has been a sea change in the way content today is being created, distributed and consumed. The distinction between publishers and platforms online has never been more uncertain. This ambiguity has only been compounded by the emergence of social media sites like Facebook and Twitter as new content distribution platforms along with hybrid players like Huffington Post, BuzzFeed and Bleacher Report. 
So is it better to be a publisher or a platform? 
Or is the old distinction becoming obsolete?
In the simple content world we used to know, there were distinct differences between platform and publisher models. It seemed so clear and fundamental that it was easy to pick a side.
 Platform models were content- and content-creator-agnostic. They were all about facilitating the production and distribution of content. They were not about the content itself. Every user had the same access and means to create and publish content, while empowering audiences to decide what content was relevant and let the masses decide what would rise to the top. This was largely done through a mix of clever algorithms and user behavior and feedback. Platforms did not pay for content creation but for technology, and they usually did not feel responsible for bad content or copyright infringements.
In contrast, pure publisher models were the complete opposite. Access and means to create and publish content were limited to staff editors or freelancers. Audiences had very little say, while all content decisions were made by publishers: They drew a clear line between content consumers and content creators; they paid for content creation, and less for technology; and they were responsible for bad content or copyright infringements.
This approach was still pretty much in place up until five years ago. There were pure platform players like YouTube, Facebook, Twitter, Reddit and Tumblr. And there were pure publisher players like the New York Times, Bloomberg and ESPN. But take a look today and it’s not so easy to make that distinction.
YouTube recently announced that it would invest heavily (again) into content creation. Facebook has direct relationships with brand advertisers discussing premium ad formats and content creation. Twitter has an editorial team. Reddit’s staff organizes and moderates AMAs with celebrities. And traditional publishers like Forbes have moved towards the platform model by starting contributor programs.
A much bigger group of hybrid players have evolved and become mainstream – like BuzzFeed, Huffington Post, Bleacher Report, Medium, Bustle, Mic and Elite Daily. All of them are more or less in the middle of this spectrum, embracing the democratization and technology and even opening up their means to content production and distribution to people outside their systems.
And while the last 10 years have clearly been about technology and technology-driven platforms, they’ve had the biggest impact on the media industry because they tore down the barriers for entry. The costs of participating in the shiny world of content creation were going down and the digitization made it simple for almost anybody to create content (text, photo, audio and video) and make it accessible. In that period the distinction between publishers and platform made sense. But today everything is creatable, editable and publishable by almost anybody (with access to a smartphone).
We now find ourselves overwhelmed by a massive abundance of content. And we have entered a period that is all about content relevancy. The big platform players are flooded with content and suddenly have to act like publishers to ensure their relevancy while facing new competitors like Snapchat or WhatsApp that are closed, personal networks that do not have the same relevance problem (and might therefore be as successful as they are).
One could argue that the traditional publishers were well positioned in this new world order to provide direction and guidance. But most of them have neither embraced the democratization and technology for of content creation but continue to hold onto the past and the good old days when they basically owned a monopoly.
And then there is the new generation of hybrid media companies that are trying to find their own path and build new businesses during these uncertain times. Some of them have built strong new brands that help audiences find and discover relevant content. Some have developed smart new business models around customized branded content, influence on e-commerce and very specific and relevant target audiences. Each of them is about finding the perfect spot on this new spectrum between platform and publisher.
The predominant challenge of innovation in the content and media industry is not to enable everybody to create content. That problem has been solved. The innovation has reached the mainstream.
The main challenge today is to help relevant content cut through all the clutter and rise to the top in a meaningful, pluralistic and diverse way. The answer to that innovation challenge doesn’t lie in just a publisher or platform model. Rather, the new hybrid models and the old pure platform and publisher players that have evolved seem to be in the best position to face these new exigencies.
So will this be the time for a new breed of content providers in the form of “platform publishers,” “publisher platforms,” “platishers,” or “pubforms?” 
Call it whatever you want. But it’s the future of media.

(source:http://techcrunch.com/)

Membuat Generator Listrik / Genset Tanpa Memakai BBM

Membuat Generator Listrik / Genset Tanpa Memakai BBM
Goofstupid.com ~ Seiring Isu kenaikan BBM yang sangat meresahkan juga memberikan dampak yang cukup banyak terhadap pertumbuhan ekonomi indonesia, tentunya kita saat ini kita diharuskan lebih berhemat agar kebutuhan lainnya dapat terpenuhi.

Listrik sekarang merupakan kebutuhan primer yang kita tak bisa lepas dari energi yang satu ini, karna semua alat dan pekerjaan kita pastinya membutuhkan sumber energi listrik.

Ketergantungan kita terhadap energi membuat kebutuhan energi semakin meningkat, tetapi sekarang ini pemerintah yang sebagai penyedia dan pemasok energi ke masyarakat dinilai tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang setiap tahunnya meningkat.

Saat ini pembangkit listrik milik pemerintah mengandalkan energi fosil seperti minyak bumi dan batubara yang semakin lama akan semakin berkurang ketersediaannya, dan juga memiliki dampak lingkungan. 

Pemanfatan energi alternatif sekarang juga digalak kan untuk menggantikan ketergantungan terhadap energi fosil seperti BBM, ide-ide kreatif seperti pemanfaatan sinar mata hari, angin dan air juga telah diaplikasikan untuk menggantikan ketergantungan tersebut, namun biaya dalam pengaplikasian pemanfaatan energi tersebut dianggap cukup mahal dan kurang flexible jika di aplikasikan untuk sektor bisnis yang berpindah-pindah. 

Penggunaan Generator listrik dijadikan alternatif untuk menghasilkan energi listrik yang sekarang banyak dijual dengan menggunakan motor berbahan bakar fosil, yang tentunya memakan biaya cukup mahal dan pemeliharaan yang juga memakan biaya.

Untuk mewujudkan mimpi dalam membangun energi murah, aman dan ramah lingkungan tentu saja kita memerlukan pengetahuan yang cukup. seperti yang pernah kita pelajari saat kita duduk dibangku SLTP tentang hukum kekekalan energi "energi dapat berubah bentuk ke bentuk yang lain, tetapi tidak dapat di ciptakan maupun di musnahkan". sumber:www.wikipedia.com.

dari hukum kekekalan energi tersebut, kita dapat menyimpulkan bahwa energi hanya bisa berubah bentuk, nah.. kita ingin menghasilkan energi listrik kan? pertanyaannya:

Bagaimana merubah bentuk energi yang mudah di dapat sehingga menghasilkan energi listrik?

Sebelum menjawab pertanyaan diatas, kita telusuri pemanfaatan energi listrik yang umum digunakan, energi listrik umum digunakan untuk elektronik dan motor listrik yang menghasilkan tenaga gerak. dan gerakan itu di manfaatkan sedemikian rupa untuk keperluan seperti kipas angin, pemutar mesin dan sebagainya. listrik dihasilkan melalui mesin generator dan di putar menggunakan tenaga gerak seperti kincir atau turbin maupun mesin. 

nah dari uraian di atas kita simpulkan bahwa listrik dihasilkan melalui tenaga gerak dan listrik dapat menghasilkan tenaga gerak. maka kita bisa lihat skenario melalui gambar dibawah ini:

Gambar di atas menunjukkan bahwa motor listrik menggerakkan generator, motor listrik di nyalakan dengan aliran listrik, sedangkan motor generator menghasilkan energi listrik. coba lagi anda lihat gambar dibawah ini:


Dari gambar diatas, apakah menurut anda bisa direalisasikan? yang mana pertama kali tenaga dari motor dihidupkan dengan listrik untuk memutar generator, lalu generator menghasilkan listrik dari energi putar dari motor dan disalurkan kembali ke motor listrik dengan menggunakan swict atau saklar. 

Teorinya cukup mudah, namun pasti ini tidak dapat direalisanikan karna beban dari motor juga berpengaruh terhadap putaran dari generator

Jadi bagaimana untuk mengendalikan beban motor saat motor dialiri listrik dari generator?

Untuk mengatasi beban dari motor listrik, kita memanfaatkan sebuah penyeimbang putaran seperti fly weel atau roda gila, yang mana momen yang dihasilkan dapat menstabilkan putaran baik itu dalam mesin bermotor bakar, maupun mesin motor listrik.
seperti gambar diatas, namun ini juga tidak menjamin dalam mengendalikan beban putaran dari motor listrik tersebut, namun setidaknya dapat membantu dalam soal tenaga putar, nah untuk dapat kita realisasikan dan listrik dapat dihasilkan dengan tenaga dia sendiri maka kita perlu membuat perubahan gaya dengan menggunakan sistem gear atau balting, fungsinya untuk mempermudah kinerja motor dan memberikan gaya dorong atau putar yang kuat ke generator

Apa itu Flywheel?

flywheel merupakan piringan yang karena beratnya dapat menahan perubahan kecepatan yang draktis sehingga gerak putar poros menjadi lebih halus .

flywheel memiliki kepadatan energi hingga ratusan kali lebih banyak dibandingkan dengan batray serta dapat melepaskan energi dengan lebih cepat. energi disimpan secara mekanik di flyweel dengan memutar porosnya.

Untuk Mendapatkan energi yang bermanfaat, poros flywheel harus diputar dengan cepat, maka energi yang tersimpan di roda flywheel akan digunakan oleh generator untuk merubah energi mekanik menjadi energi listrik. flywheel dapat menghasilkan energi karna momen Inersia.

Apa itu Momen Inersia?

Momen Inersia merupakan sifat yang dimiliki oleh sebuah benda untuk mempertahankan posisinya dari gerak dan ukuran resistansi/kelembapan sebuah benda terhadap perubahan dalam gerak rotasi, momen Inersia terhadap benda yang berbentuk cakram adalah sebagai berikut:

Dengan memanfaatkan momen tersebut kita dapat mengarahkan energi dari flywheel ke generator listrik.


Dengan memanfaatkan system ini memungkinkan untuk menjaga kecepatan dan moment putar yang dihasilkan oleh motor listrik . tinggal kita menyusun sistem pengkabelan yang sederhana seperti gambar dibawah ini:


Dari gambar diatas dapat memungkinkan motor dapat bekerja sendiri memalui listrik yang dihasilkan oleh generator

Cara ini telah banyak yang mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. bukan saja di luar negri, di indonesia pun telah banyak yang menggunakannya, namun keterbatasan expose dari media dan dukungan dari pemerintah, sistem ini tidak dapat direalisasikan, smoga saja dengan pemerintahan yang baru ini, dapat merealisasikan untuk menunjang produktifitas di desa-desa yang tidak terjangkau oleh jaringan listrik, dan dapat mengapresiasi kita untuk lebih kreatif memanfaatkan sumber daya yang ada tanpa harus bertergantungan terhadap bahan bakar fosil.
berikut contoh penerapan genset bertenaga fly well ini di manca negara;







 

Update:*

saya telah mencoba dengan dimano 1200 watt bekas genset bensin campur, dengan dinamo bekas kukuran kelapa yang gak tau berapa watt nya karna tulisannya sudah hilang. memakai OHM saklar untuk mengalihkan tegangan listrik PLN ke dinamo penggerak ke Generatornya, dan memakai Flywell bekas Domfeng diesel yang gak tau berapa PK nya yang saya dapat di toko besi tua.

Listrik nyala dengan stabil jika tidak dikasi beban, namun saat diberikan beban lama kelamaan putaran semakin lambat dan genset mati sendiri, sepertinya perlu perubahan kontruksi dan penambahan beban flywel agar putaran tetap stabil jika di beri beban. 

saya lagi mengkonsep untuk penambahan energi gerak flywell dengan metode magnet dan pegas. mudah2han bisa di aplikasikan dengan bahan dan dana terbatas. mohon dukungannya.. trims..

Masukan dari blogger:


Terimakasih kepada pembaca yang telah memberikan ide kreatifnya, dan saya apresiasi kepada pemberi ide, trimakasih kepada kang i_cal yang telah memberikan konstribusinya untuk menyempurnakan tulisan ini:
berikut kutipan dari ide tambahan dari kang ical :

Cara yang dijelaskan diatas dapat diaplikasikan walaupun daya keluaran yang dapat digunakan secara kontinyu belum begitu maksimal,

karena jika beban terus bertambah dengan pembebanan yang kontinyu (secara terus menerus) maka akan sampai pada titik keadaan generator terlalu berat untuk diputar oleh motor, sehingga rpm akan turun dan gaya pada flywell juga turun dan akhirnya berhenti.

Lakukan modifikasi pada generator untuk meningkatkan efesiensi pada generator dan mengurangi efek balik magnet pada generator saat di beri beban.

Meningkatkan efesiensi generator

Untuk meningkatkan efesiensi generator dapat dilakukan dengan cara mengganti kumparan dengan magnet permanent, anda dapat menggunakan magnet neodymium yang sekayang banyak dijual dipasatan.
cara menggantinya sebagai berikut:

  1. Gerinda permukaan angker(rotor) motor setebal magnet yang akan dipasang.
  2. Tempelkan magnet permanent dengan menggunakan lem poxy (atau bisa juga dicetak menggunakan resin) yang intinya magnet menempel di rotor dan tidak terlepas saat generator diputar.
  3. **jika kumparan rotor tidak dilepas, potong/putuskan kabel yang masuk ke rotor
Dengan cara ini, daya yang digunakan untuk magnet pada rotor menjadi 0(null), sehingga daya tersebut dapat dimanfaatkan untuk menambah daya keluaran generator

Mengurangi efek magnet pada stator(kumparan daya)


Cara berikut agak sedikit rumit, namun dapat mengurangi efek magnet pada kumparan daya rotor
  1. Lepas dudukan kumparan daya(stator) yang buatan pabrik (biasa terbuat dari besi)
  2. Ganti dudukan tersebut dengan bahan lain (bahan yang tidak dapat ditarik oleh magnet). anda dapat menggunakan resin yang disesuaikan dengan dudukan stator

Dengan mengganti inti besi kumparan daya(stator) dengan bahan lain yang tidak tertarik oleh magnet memiliki efek mengurangi daya keluaran listrik namun dapat menghilangkan daya magnet balik yang menahan putaran rotor, Sehingga generator menjadi lebih ringan walaupun diberi beban. Tentunya cara ini menguntungkan untuk penggunaan daya secara kontinyu.

Selanjutnya jika generator sudah dimodifikasi dan putaran generator sudah ringan, maka motor penggerak diganti dengan jenis motor kipas angin yang lebih tahan panas untuk penggunaan waktu lama.

Selagi masih didunia segalasesuatu perlu dicoba (hanya mati yang jangan dicoba), gagal itu biasa, orang-orang dengan desain-desain hebat yang sekarang ada, dulunya smua tidak lepas dari kegagalan, tetapi tidak berhenti mencoba dan mencoba lagi..

Mengenal Teknologi "Wireless Charging" untuk mengisi batray ponsel

Mengenal Teknologi "Wireless Charging" untuk mengisi batray ponsel
Apa itu Wirelless Charging ?

Pengisian induktif (juga dikenal sebagai "wireless charging") menggunakan medan elektromagnetik untuk mentransfer energi antara dua benda. 

Hal ini biasanya dilakukan dengan stasiun pengisian. Energi dikirim melalui kopling induktif untuk perangkat listrik, yang kemudian dapat menggunakan energi itu untuk mengisi baterai atau menjalankan perangkat.

Pengisi induksi biasanya menggunakan kumparan induksi untuk menciptakan medan elektromagnetik bolak balik dari dalam base station pengisian, dan kumparan induksi yang kedua pada perangkat portabel mengambil daya dari medan elektromagnetik dan mengubahnya kembali menjadi arus listrik untuk mengisi baterai

Kedua kumparan induksi dalam jarak ini bergabung membentuk sebuah transformator listrik. jarak yang lebih besar antara pengirim dan penerima kumparan dapat dicapai ketika sistem pengisian induktif menggunakan resonansi coupling induktif

Inovasi terbaru untuk sistem resonansi ini termasuk menggunakan transmisi lilitan coil bergerak dipasang pada platform perangkat atau ponsel, dan penggunaan bahan canggih untuk kumparan penerima yang terbuat dari perak berlapis tembaga atau kadang-kadang aluminium untuk mengurangi berat badan dan menurunkan daya tahan karena efek kulit . www.wikipedia.com

Pengisian nirkabel atau wireless charging pada dasarnya merupakan transmisi arus listrik dari sumber listrik ke perangkat penerima tanpa menggunakan koneksi fisik atau kabel. Arus listrik kemudian digunakan untuk mengisi atau mengisi ulang baterai dari perangkat penerima. Dalam hal ini perangkat penerima bisa apa saja dari smartphone atau dapat dipakai untuk forklift industri besar. beberapa konsep yang dapat di terapkan seperti video dibawah ini:


Bagaimana Wireless Charging Bekerja?

Pengisian nirkabel atau Wirelless Charging didasarkan pada prinsip Wireless Daya atau Magnetic Resonance - yang mana listrik ditransfer antara dua benda melalui kumparan.

Diagram di bawah menunjukkan proses transfer daya nirkabel ke 5 langkah:


  1. Tegangan listrik diubah menjadi bolak-balik pada frekuensi tinggi current (AC).
  2. Arus bolak-balik (AC) yang dikirim ke kumparan pemancar oleh rangkaian pemancar. Arus bolak-balik kemudian menginduksi medan magnet berubah dalam kumparan pemancar.
  3. Arus bolak-balik yang mengalir dalam kumparan pemancar menginduksi medan magnet yang meluas ke kumparan penerima (ketika dalam jarak tertentu).
  4. Medan magnet menghasilkan arus dalam kumparan penerima perangkat. Proses dimana energi ditransmisikan antara pemancar dan penerima kumparan juga disebut sebagai kopling magnet atau resonansi dan dicapai oleh kedua kumparan beresonansi pada frekuensi yang sama.
  5. Arus yang mengalir dalam kumparan penerima diubah menjadi arus searah (DC) dengan rangkaian penerima, yang kemudian dapat digunakan untuk mengisi baterai.

Melalui proses yang diuraikan di atas, power dapat ditransfer dengan aman melalui celah udara dan juga melalui benda non-logam yang mungkin ada di antara kumparan yaitu kayu, plastik, granit. Penambahan extra (lebih besar) gulungan transmitter juga dapat memperluas jangkauan di mana power dapat ditransfer.

Apa yang dimaksud dengan "Resonant" di pengisian nirkabel atau Wireless Charging?

Jarak perpindahan yang lebih besar dan efisiensi yang lebih tinggi dapat dicapai melalui resonansi - dimana pemancar dan penerima kumparan berosilasi (beresonansi) pada frekuensi yang sama.
Frekuensi resonansi ini mengacu pada frekuensi di mana objek alami bergetar atau berdering - seperti cincin garpu tala yang mana pada frekuensi tertentu dan dapat mencapai amplitudo maksimum mereka.

Apa Manfaat Wireless Charging?

  1. Kenyamanan yang lebih besar dan di mana-mana untuk pengisian perangkat sehari-hari
  2. Mengurangi biaya yang terkait dengan mempertahankan konektor mekanik
  3. Powering atau pengisian perangkat yang aman yang harus tetap steril atau tertutup rapat (tahan air)
  4. Mencegah korosi akibat unsur-unsur seperti oksigen dan air
  5. Menghilangkan bunga api dan puing-puing yang berhubungan dengan kontak kabel
  6. Pengisian nirkabel untuk smartphone atau tablet

Sejarah Penggunaan Wireless Charging


Seperti keterangan di atas, Magnet Mengisi pengisian induktif atau wireless charging dipekerjakan oleh beberapa jenis kendaraan listrik sekitar tahun 1998, namun dihentikan setelah California Air Resources Board memilih SAE J1772-2001, atau "AVCON", konduktif pengisian antarmuka untuk kendaraan listrik di California pada bulan Juni 2001.

Pada tahun 2009, Evatran, anak perusahaan dari MTC Transformers, secara resmi memulai pengembangan plugless Power, sistem pengisian induktif dan mereka mengklaim bahwa yang pertama di dunia hands-free, plugless, pada sistem pengisian untuk kendaraan listrik.  Dengan partisipasi di beberapa kota lokal  uji coba lapangan yang dimulai pada bulan Maret 2010.

Para peneliti di Korea Advanced Institute of Science and Technology (KAIST) telah mengembangkan sistem listrik transportasi (disebut online Electric Vehicle, OLEV) di mana kendaraan mendapatkan kebutuhan listrik mereka dari kabel bawah permukaan jalan melalui non-kontak pengisian magnetik (di mana sumber daya ditempatkan di bawah permukaan jalan dan daya nirkabel mengangkat telepon pada kendaraan itu sendiri). Sebagai solusi pada kemacetan lalu lintas dan meningkatkan efisiensi secara keseluruhan dengan meminimalkan hambatan udara dan mengurangi konsumsi energi, kendaraan uji mengikuti jalur listrik dalam formasi konvoi. Pada bulan Juli 2009, para peneliti berhasil menyediakan hingga 60% listrik ke bus melalui celah dari 12 cm.

Keuntungan utama dari pendekatan induktif untuk pengisian kendaraan yaitu tidak ada kemungkinan sengatan listrik, karena tidak ada konduktor terbuka, meskipun interlock, konektor khusus dan RCD (interruptors kesalahan tanah, atau GFIs) dapat membuat kopling konduktif hampir sama aman.

Induktif pengisian pendukung dari Toyota berpendapat pada tahun 1998 bahwa perbedaan biaya keseluruhan yang minim, sementara pengisian pendukung konduktif dari Ford berpendapat bahwa pengisian konduktif adalah biaya lebih efisien.

Pada tahun 2010 dan seterusnya, pembuat mobil mengisaratkan minat mereka dalam pengisian nirkabel sebagai bagian lain dari kokpit digital. Sebuah kelompok diluncurkan pada Mei 2010 oleh Consumer Electronics Association untuk menetapkan dasar untuk interoperabilitas untuk pengisi. Dalam satu tanda jalan di depan seorang eksekutif General Motors yang memimpin kelompok usaha standar.  maneger Toyota dan Ford  mengatakan mereka juga tertarik pada teknologi ini dan akan menetapkan standarisasi.

Daimler Kepala Mobility Future, Profesor Herbert Kohler, telah menyatakan hati-hati dan mengatakan pengisian induktif untuk EVS setidaknya 15 tahun lagi dan aspek keselamatan pengisian induktif untuk EVS masih harus melihat ke dalam secara lebih rinci. Sebagai contoh, apa yang akan terjadi jika seseorang dengan alat pacu jantung adalah dalam kendaraan? Kelemahan lain adalah bahwa teknologi membutuhkan keselarasan yang tepat antara baterai dan fasilitas pengisian.

Pada bulan November 2011, Walikota London, Boris Johnson, dan Qualcomm mengumumkan uji coba dari 13 poin pengisian nirkabel dan 50 EVS di wilayah Shoreditch London Tech City, karena akan diluncurkan pada awal tahun 2012.

Bagaimana Cara Membuat Wireless Charging Sendiri?

Untuk membuat Wireless Charging sendiri, sebaiknya kita harus mengenal dulu sistem kerja dan bagaimana penerapannya, untuk lebih jelas anda bisa melihat di video ini:


Setelah anda mengetahui prinsip kerja dari wireless charging, tentu saja kita ingin menerapkan nya di kehidupan sesehari, misalnya untuk mengisi daya pada ponsel anda, berikut cara membangun projek wireless charging pada handphone anda.
video ini membuat konsep wireless charging untuk modul pengisian dan apa saja alat dan bahan di butuhkan untuk penerapannya.


Agar bisa di terapkan di pansel anda, ini tahapan yang dapat diterapkan pada segala jenis ponsel, semoga video ini bermanfaat untuk anda:



Copyright © Go Of Stupid. All rights reserved. Template by CB